Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Monday, August 8, 2011

Psywar Perang Dunia II Axis (Nazi, Italy, Jepang) VS Allies (Amerika, Inggris), Rusia

0 comments
Karikatur karya Arthur Syzk "The New Order"
Inilah dia Perang Psikologis yang dilakukan 3 kekuatan besar pada masa PD II, yakni :

  • AXIS (NAZI German, Fasis Itali, Imperium Jepang)
  • ALLIES (AMERIKA, INGGRIS dan sekutu2nya)
  • Rusia/ USSR (Blok Communist) 
Selama perang dunia II pemimpin-pemimpin dari kubu Axis (Adolf Hitler, Benito Musollini dan Kaisar Hirohito) seringkali di ilustrasikan dengan propaganda hitam oleh kubu Allies sebagai Monster.

Propaganda hitam tersebut dimaksudkan untuk mempertegas berita itu sendiri daripada kenyataannya. Propaganda jenis ini di asosiasikan dengan operasi alam bawah sadar (psychological operations/ PSYOP)

Para pemimpin2 Axis di karikaturkan sebagai Gorilla,Tengkorak,tikus, atau apapun, sehingga “PSYWARS” dari Allied jadi begitu nyata. Semua ini adalah bagian dari masa2 perang dimana terjadinya penghancuran karakter perseorangan sebagai manusia, bahkan menjadikannya citra baru hampir sama seperti tikus sehingga layak untuk dibunuh.

Dilain sisi, kita juga sering mentertawakan dan mengejek para pemimpin politik ini dan para pengikutnya, baik Axis maupun Allies.

 der Fuhrer Adolf Hitler, Kaisar Hirohito, PM Musollini
Kenapa mereka saling mengejeknya atau menjadikannya bahan lelucon ?
Dalam artikel The Public Diplomacy White Paper No. 7 berjudul “Ejekan sebagai Senjata” oleh J. Michael Waller menjelaskannya dalam beberapa bagian, diantaranya :

Friday, April 8, 2011

JOHANN MOST

0 comments

Johann Joseph "John" Most (5 Februari 1846 - 17 Maret 1906) adalah seorang anarkis dan orator kelahiran Jerman meski banyak berkarya di Amerika. Pada akhir abad kesembilan belas Johann Most memulai proyek-proyek yang menganjurkan pemakaian kekerasan untuk mencapai perubahan politik dan revolusi sosial. Ia terkenal sebagai orang yang mempopulerkan strategi "propaganda by the deed", yang menganjurkan tindakan langsung terhadap perorangan atau lembaga (tentu saja termasuk penggunaan kekerasan) untuk memaksakan perubahan revolusioner, aksinya kemudian mengilhami banyak proyek anarkis sesudahnya.



 

Latar Belakang

Most dilahirkan di Augsburg, Bavaria. Dia menjadi pegawai magang pada sebuah penjilidan buku, pekerjaan ini membawanya ke sekeliling Jerman, Austria, Itali, dan Swiss pada 1836-1868, Most kemudian menjadi penulis untuk pamflet dan selebaran sosialis, dan editor untuk terbitan-terbitan sosialis di Chemnitz (Chemnitzer Freie Presse) dan Wina, kegiatan-kegiatan itu kemudian mendapatkan tekanan dari penguasa. Dan untuk kegiatannya pada Freire Presse di Berlin, Most beberapakali ditahan untuk tulisan-tulisan berbau sinis dan kasar yang ditujukan kepada ide-ide patriotisme dan keagamaan serta etika konvensional, juga untuk ejekan pada khotbah-khotbah dan lagu-lagu seperti yang ditulisnya di Proletarier-Liederbuch (5th ed., 1875). Beberapa pengalamannya di penjara itu diceritakan dalam Die Bastille am Plotzensee: Blätter aus meinem Gefängniss-Tagebuch (1876).

LUCIO, SI BANDIT BUDIMAN: REFLEKSI SEORANG ANARKIS

0 comments
BLAK-BLAKAN dan kharismatik, Lucio bicara layaknya seorang anarkis sejati. Bila ditanya apa maknanya menjadi seorang anarkis, Lucio menolak anggapan keliru tentang anarkis sebagai teroris, “Anarkis adalah seorang yang baik di hatinya, seorang yang bertanggung jawab.” Namun, dia tidak berapologi sedikitpun tentang kebutuhan untuk menghancurkan tatanan sosial yang kini berlangsung, “baguslah kiranya menghancurkan hal-hal tertentu, karena itu berarti kamu membangun hal-hal baru untuk menggantikannya.
Aku telah melakukan pengambil-alihan, yang mana menurut agama Kristen adalah perbuatan dosa. Bagiku, pengambil-alihan itu perlu. Sebagaimana yang dikatakan oleh para revolusioner, merampok dan mengambil-alih adalah tindakan revolusioner asalkan kita tidak mengeruk keuntungan dari tindakan itu.

Tuesday, April 5, 2011

Tan Malaka

0 comments
Tan Malaka
Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 19 Februari 1896 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 16 April 1949 pada umur 53 tahun)[1]) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.
Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan sosialis, ia juga sering terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sweet seventeen kematiannya Kurt Donald Cobain

0 comments


Hari ini, sudah 17 tahun musisi punk berbakat itu pergi dari dunia, dari musiknya, dan peninggalan dari musiknya masih tetap ada sampai sekarang, masih belum usang untuk terus didengar.  Didiagnosa mengidap bronchitis dan laryngitis yang parah, tetapi pelurulah yang menjemput nyawanya. 

 
Copyright 2011 AGNOSFREAK
Design costumized by Demurga